17.9.12

SEMUT : Peramal Gempa Bumi !


Salah satu binatang yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah “Semut”, ……. Keistimewaan semut telah tertulis dan tertuang dalam Surat An Naml, lebih dari 1400 tahun yang lalu.



Beberapa artikel dari berbagai media sekitar Juli 2008 telah menulis tentang pengalaman seorang laki laki dari Turki yang bernama “Kadir Sutchu” yang mengirimkan “Beribu ribu E-mail” secara acak ke seluruh Dunia untuk memperingatkan akan adanya Gempa Bumi,……….. percaya atau tidak, gempa tersebut benar benar terjadi !

Kadir Sutchu bukan seorang Profesor Spesialis Gempa Bumi, dia memprediksi Gempa Bumi berdasarkan pengamatan atas perilaku semut peliharaannya selama beberapa waktu, hal itu biasa terjadi sekitar 24 jam sebelum gempa, semua semut miliknya terlihat “Panik” dan sebagian kemudian Mati.

Gempa Bumi terjadi karena getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan Gelombang Seismik.
Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu.

Gejala Unik dari perilaku semut ini juga menarik perhatian Ilmuwan dari Universitas Duisburg-Essen Jerman, yaitu Ulrich Schreiber, dimana sampai sekarang pun dia masih aktif perilaku semut demi mengembangkan Sistem Peringatan Dini atas Gempa Bumi.

Ahli Geologi ini yakin, bahwa ada Hubungan antara “Patahan Bumi” dengan “Perilaku Semut” bukanlah sebuah ”Kebetulan”.
Setidaknya ada Jenis Semut, seperti “Semut Merah” yang mampu membuat sarang hingga menjulang tinggi beberapa meter dan sering membuat Rumah / Markas Besar-nya di daerah “Patahan Muka Bumi”

Masih Menurut Schreiber, Gas dari dalam Perut Bumi sepertinya dipergunakan Semut untuk menghangatkan Rumah / Sarang mereka, sementara Celah dekat permukaan dimanfaatkan untuk mendapatkan kelembaban atas sarang mereka.

Saat mengunjungi daerah L’Aquilla – Itali beberapa waktu setelah terjadi Gempa Besar Ulrich Schreiber, menemukan adanya beberapa bekas Sarang sarang Semut di daerah sekitar Gempa.

Dari pengamatan Schreiber, semut semut akan menampakkan “Perilaku Nokturnal” yang jauh lebih aktif menjelang Gempa Bumi, diyakini oleh Schreiber, bahwa hal tersebut merupakan reaksi dari perubahan tekanan gas atau signal elektromagnetik pada patahan bumi di sekitar sarang semut.


No comments:

Apa Yang Anda Cari ?