5.6.12

PENGERTIAN PSIKODRAMA


Psikodrama pada awalnya diperkenalkan dan dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, seorang Psikiater Dari Rumania.  Kata ‘PSIKODRAMA “sering digunakan sebagai istilah umum ketika berbicara tentang tindakan berbagai metode yang dikembangkan J.L. Moreno. Drama dalam bahasa Yunani berarti aksi atau melakukan sesuatu dengan dorongan jiwa. Jadi, psikodrama adalah ilmu yang mengeksplor suatu masalah dengan metode drama.

Teknik ini dikembangkan oleh JL. Moreno pada tahun 1920 - 1930. Moreno mengungkapkan bahwa permainan drama pada psikodrama ini tanpa naskah dan bagian-bagian yang tidak diulang adalah suatu katarsis (bentuk mengekspresikan/meluapkan perasaan) ketika ia melakonkan suatu peran dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurut beberapa ahli, yaitu yang pertama menurut Bennet (Romlah 2001:99), Psikodrama merupakan bagian dari permainan peranan (role playing). Bennet membagi permainan peranan menjadi dua macam yaitu sosiodrama dan psikodrama. Sosiodrama adalah permainan peranan yang ditujukan untuk memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan antar manusia.
Psikodrama merupakan dramatisasi dari persoalan-persoalan yang berkaitan dengan gangguan serius dalam kesehatan mental para partisipan, sehingga tujuannya ialah perombakan dalam struktur kepribadian seseorang. Psikodrama biasanya dipentaskan secara spontan tanpa skenario yang telah ditetapkan. Psikodrama bersifat kegiatan terapi dan ditangani oleh seorang ahli psikoterapi.

Menurut J.L Moreno, Psikodrama adalah sebuah bentuk pengembangan manusia dengan eksplorasi, melalui tindakan dramatis, masalah, isu, keprihatinan, mimpi dan cita-cita tertinggi orang, kelompok, sistem dan organisasi. Hal ini kebanyakan digunakan sebagai metode kerja kelompok, di mana setiap orang dalam kelompok dapat menjadi agen penyembuhan (terapeutic agent) untuk satu sama lain dalam kelompok.
Psikodrama ini merupakan salah satu cara yang bisa digunakan sebagai media pengembangan manusia (human development). Dengan berakting dalam sebuah drama diharapkan hal ini akan dapat menyadarkan seseorang (insight) dan juga menggali (to explore) permasalahan yang sedang dihadapinya. Berbagai isu (issue) atau masalah dan kemungkinan pemecahannya dimainkan terasa lebih baik daripada sekedar berbicara.
Psikodrama menawarkan kesempatan untuk melatih dengan aman peranan baru, melihat diri sendiri dari sisi luar, menumbuhkan insight dan perubahan. Ada seorang pemimpin (director), sebuah action area dan para anggota kelompok. Director mendukung kelompok untuk menggali (explore) solusi baru dari masalah – masalah terdahulu, anggota kelompok berpartisipasi dalam drama sebagai orang lain yang berarti dan saling berbagi  cara mereka bagaimana berhubungan secara pribadi dan bisa belajar dari masalah yang diajukan pada akhir sesi.
Psikodrama merupakan upaya untuk menciptakan restrukturisasi internal disfungsional pola pikir dengan orang lain, dan menantang para peserta untuk menemukan jawaban baru untuk beberapa situasi dan menjadi lebih spontan dan mandiri.
Meskipun penerapan utama psikodrama secara tradisional sebagai bentuk psikoterapi kelompok, dan sering didapati bahwa psikodrama didefinisikan sebagai “sebuah metode psikoterapi kelompok,” hal ini merugikan kepada banyak kegunaan lain atau fungsi-fungsi dari metode. Psikodrama secara lebih akurat didefinisikan sebagai “sebuah metode komunikasi di mana komunikator mengekspresikan dirinya/dia/mereka sendiri dalam tindakan”. Metode yang psikodramatis merupakan sumber penting dari permainan peran (role playing) banyak digunakan dalam bisnis dan industri. Psikodrama menawarkan pendekatan yang sangat kuat untuk mengajar dan belajar, serta hubungan timbal-balik pelatihan keterampilan. Teknik tindakan psikodrama juga menawarkan cara untuk menemukan dan mengkomunikasikan informasi tentang kegiatan dan situasi di mana komunikator telah terlibat.

Menurut Gerald Corey psikodrama merupakan permainan peranan yang dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat memperoleh pengertian lebih baik tentang dirinya, dapat menemukan konsep pada dirinya, menyatakan kebutuhannya-kebutuhannya, dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya.
Tujuan dari psikodrama ini adalah membantu konseli untuk mengatasi masalah-masalah pribadi dengan cara menggunakan permainan peran, drama, atau terapi tindakan. Lewat cara itu konseli dibantu untuk mengungkapkan perasaan tentang konflik, kemarahan, agresi, perasaan bersalah dan kesedihan.

Jacob Mareno berpendapat teknik dramatik, manusia dapat berusaha menciptakan atau menciptakan kembali suasana fisik dan emosional yang dikehendaki dan yang harus dipahami adalah bahwa keaktifan dalam psikodrama tidak dimonopoli oleh konselor atau terapis tetapi juga anak. Untuk memperoleh pengertian yang baik tentang dirinya sehingga dapat menemukan konsep dirinya, kebutuhan-kebutuhannya dan reaksi-reaksi terhadap tekanan yang dialaminya. Dengan mendramatisikan konflik-konflik batinnya, pasien dapat merasa sedikit lega dan dapat mengembangkan pemahaman (insight) baru yang memberi kesanggupan untuk mengubah perannya dalam kehidupan yang nyata.

Sementara menurut Betary Maharani, Ada dua manfaat penting dalam psikodrama. Pertama manfaat kartasis atau melepaskan emosi. Manfaat kedua adalah bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Dengan mendramatisasikan konflik-konflik batinnya, pasien dapat merasa sedikit lega dan dapat mengembangkan pemahaman (insight) baru yang memberinya kesanggupan untuk mengubah perannya dalam kehidupan yang nyata.

TEKNIK-TEKNIK DALAM PSIKODRAMA
Sebenarnya banyak teknik psikodrama, tetapi berikut ini hanya beberapa teknik utama yang dikemukakan sebagai berikut :

CREATIVE IMAGERY, teknik pemanasan untuk mengundang peserta psikodrama membayangkan babak dan objek yang menyenangkan dan netral, ide teknik ini membantu peserta menjadi lebih spontan.

THE MAGIC SHOP, teknik pemanasan yang berguna bagi protagonist yang ragu tentang nilai mereka dan tujuan.

SCULPTING, konseli kelompok menggunakan metode nonverbal untuk menyusun orang lain dalam kelompok konfigurasi seperti kelompok orang yang signifikan yang sesuai dengan orang-orang dalam keluarganya dan sebagainya. Penyusunan ini melibatkan postur tubuh dan membantu konseli melihat, mengetahui persepsi mereka tentang orang lain yang signifikan dengan cara yang lebih dinamis.

TEKNIK BERBICARA, teknik ini melibatkan protagonist memberi suatu monolog tentang situasinya.

MONODRAMA (AUTODRAMA), bentuk inti terapi gestalt. Dalam teknik ini, protagonist memainkan semua bagian tindakan yang jelas; tidak terdapat ego pembantu yang digunakan.

THE DOUBLE AND MULTIPLE DOUBLE TECHNIQUES, suatu teknik yang terdiri atas pengambilan peran aktor dari ego protagonist dan membantu protagonist mengekspresikan perasaan sesungguhnya secara lebih jelas. Jika protagonist memiliki perasaan ragu, maka teknik multiple double dapat digunakan.

THE ROLE REVERSALS, teknik dimana protagonist memindahkan peran dengan orang lain pada tahap dan memainkan bagian orang itu; konseli kelompok berbuat bertentangan dengan apa yang mereka rasakan.

TEKNIK CERMIN, protagonist memperhatikan dari luar tahap sementara seorang ego pembantu mencerminkan kata-kata, mimik, dan postur protagonist. Teknik ini dipakai pada fase tindakan untuk membantu protagonist melihat dirinya secara lebih akurat

Apa Yang Anda Cari ?